*BAYI  ANENCEPHALY*

Informasi, Cerita dan Berita tentang masalah anencephaly pada bayi didalam negeri maupun diluar negeri

    Halaman Depan

             Fakta 

           ->Cerita

              Foto-foto

           Pencegahan

          Persiapan Diri

             Keluarga

            Bibliografi

           Kata Mutiara

                Links

              Network

    Download Ringkasan

           Terbaru Kini

 

Kirim Pesan atau Berbagi Cerita

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Hak Cipta Copyright 2009

Bayi-Anencephaly.info

 

KADEK

                                                    Kadek meninggalkan kita

Saya Wayan Sudiani, umur 27 dan suamiku Made Sukadana, menantikan anak kita yang kedua. Ketika saya hamil 9 bulan, bidan menyuruhku untuk periksa ke dokter, agar di USG sekali. Betapa kagetnya saya, sewaktu di USG kata dokter ada kelainan dan saya disuruh masuk rumah sakit supaya di operasi cesar saja. Suamiku bekerja sebagai tukang amplas di perusahaan furniture sehingga keuangan kami sangat terbatas. Anak kami yang pertama, Wayan Erika Punti Mahayanti, sudah berumur 7 tahun dan memang kami rencanakan dari awal untuk menunggu anak kami sekolah, sebelum menambah seorang adik untuknya. Mengingat kami tidak punya dana untuk operasi cesar, kami minta bantuan sebuah yayasan tempat melahirkan. Untungnya bidan disana mendukung keyakinan kita bahwa anak saya bisa lahir biasa.

Pada tanggal 26.Desember 2007 saya dapat melahirkan dengan normal di Yayasan. Saya dapat menyusui dia dan mengaguminya. Dia lucu sekali hanya saja diatas kepalanya luka.  Sayangnya Yayasan juga diatur peraturan, sehingga bayiku karena ada kelainan, harus dirujuk ke rumah sakit. Besok harinya saya menyusul ke rumah sakit untuk menengok dia, karena tidak tahan rindunya. Dia tergelatak lemas di dalam inkubator. Rupanya dia tidak diberi minum dan suster-suster juga bilang tidak bisa berbuat apa-apa untuk bayiku.

Mengingat kita juga tidak memiliki dana untuk bayar ongkos rumah sakit, akhirnya kami minta izin rumah sakit untuk membawa anak kami pulang.

 

Sampai di rumah kami memberi dia nama Kadek, yang di Bali artinya anak kedua. Saya dapat menyusuinya walaupun dia sering muntah-muntah.Ketika hari ke-tiga dia menjadi lemas dan hari keempat meninggal di gendongan saya. Walaupun menyedihkan, tetapi saya merasa bersyukur bahwa Kadek sempat merasakan kasih sayang kita dan meninggalnya di pelukanku.

 

Pada tanggal 04. Januari 2009 kami kembali dikaruniai seorang bayi mungil dan sehat. Kami beri dia nama Komang Ayu Sinta, Komang yang artinya anak ke tiga di Bali. Awal-awalnya kehamilan ini, saya terus takut dan minta di USG. Adiknya Kadek ini membuat perasaan agak enteng dan bisa bahagia lagi, walaupun demikian, saya tetap merindukan Kadek selama-lamanya.

 

 

Wayan Sudiani

 

                                                                                                                                            <<Kembali    

                                                                                                                                                                                

Halaman Depan

 Berita

Informasi

Kirim Pesan atau Cerita Anda