*BAYI  ANENCEPHALY*

Informasi, Cerita dan Berita tentang masalah anencephaly pada bayi didalam negeri maupun diluar negeri

    Halaman Depan

                Fakta 

             ->Cerita

                Foto-foto

             Pencegahan

            Persiapan Diri

               Keluarga

              Bibliografi

            Kata Mutiara

                 Links

               Network

    Download Ringkasan

            Terbaru Kini

 

Kirim Pesan atau Berbagi Cerita

 

 

 

 

 

 

 

  Hak Cipta Copyright 2009

Bayi-Anencephaly.info

 

RUWA JURAI

Kesehatan: Bayi Lahir tanpa Tempurung Kepala

 

GUNUNGSUGIH (Lampost): Pasangan Sukamto (32) dan Sijem (30) dirundung kesedihan. Pasalnya, anak kedua mereka yang lahir di rumahnya, Kamis (29-1), pukul 22.00, dalam keadaan tidak normal tanpa tempurung kepala (anencephaly).

Bayi itu kini hanya tergolek lemah dengan napas tersengal-sengal dan belum mendapat ASI dari ibunya. Dengan didampingi sanak saudara, sang ayah terus menemani, sedangkan ibunya tidak kuasa menahan isak tangis.

Bagaimana tidak, sebagian besar otak yang berwarna merah mulai menghitam itu tersembul keluar. Kelahiran bayi laki-laki itu membuat warga Dusun Srilungguh I, Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, gempar.

Mereka ingin melihat langsung kejadian itu. Sejumlah perangkat Desa Buyut Ilir juga tampak hadir di sana. Ayah sang bayi, Sukamto, hanya mampu menangis tanpa henti. Sedangkan ibunya tidak bisa berbuat apa-apa. "Beginilah nasib kami, Pak. Tapi biar bagaimanapun, ia tetaplah putra kami," kata Sukamto sembari mengibas lalat yang kerap hinggap di kepala sang bayi.

Sijem mengatakan dirinya tidak merasakan ada kelainan saat sang jabang bayi berada di dalam kandungannya. Dan baru mengetahui ada kelainan pada bayi pada saat kandungannya berusia 7 bulan.

"Saya sudah periksa ke dokter Sumantri, saat itu katanya bayi saya ada kelainan di kepala. Dokter menganjurkan supaya memeriksakan kandungan saya ke dokter Tobing. Tapi tidak saya lakukan karena tidak ada dana," ujarnya.

"Kami hanya bisa berharap pemerintah bisa menolong bayi ini, terutama dalam hal pembiayaan. Orang tuanya bisa dikatakan tidak akan mampu membiayainya. Kalau tidak ditolong, bagaimana pula nasibnya," kata Sukamto.

Ketika bayi tersebut lahir pada usia kandungan 9 bulan 10 hari, tampak napasnya yang sesak. Untunglah setelah diberi oksigen oleh bidan selama dua jam, bayi tersebut bisa kembali bernapas normal.

Selain batok kepala bagian atas tidak ada, wajah, telapak tangan, dan kaki bayi tersebut tampak biru kehitaman. Selain itu, boleh dikatakan tidak ditemukan kekurangan sang bayi. Daerah telinga ke bawah semuanya lengkap.

Bahkan tubuhnya sehat. Bayi malang ini akhirnya dibawa ke RSUD Demang Sepulau Raya, kemudian langsung dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapatkan perawatan.

"Bayi ini harus kita upayakan penyelamatannya. Masalah biaya, sepenuhnya akan ditanggung pemerintah. Karena kita berusaha membantu orang tua korban yang memang tergolong tidak mampu," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Lamteng Ahmad Hazairin.n CK-1/D-1

 

                                                                                                                                                                                                <<Kembali    

Halaman Depan

 Berita

Informasi

Kirim Pesan atau Cerita Anda